Latest Post
Showing posts with label Tamtama. Show all posts
Showing posts with label Tamtama. Show all posts

Pengumuman Pendaftaran Calon Tamtama PK TNI AU

Written By Unknown on Tuesday, March 11, 2014 | 8:35 PM

Pendaftaran Catam TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara - TNI-AU adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di udara.

TNI Angkatan Udara pada awalnya merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat yang dulunya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR Jawatan Penerbangan). TNI Angkatan Udara dibentuk dan mulai berdiri sendiri pada tanggal 9 April 1946 bersamaan dengan dibentuknya Tentara Republik Indonesia (TRI Angkatan Udara) sesuai dengan Penetapan Pemerintah Nomor 6/SD Tahun 1946.

TNI Angkatan Udara dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Udara (MABESAU). KASAU saat ini dijabat oleh Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

Kekuatan TNI-AU saat ini memiliki dua komando operasi yaitu Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Komando Operasi Angkatan Udara II (Koops AU II) yang bermarkas di Makassar.

TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 29 Juli 1947 tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pemboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU. Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 Dakota, B-25 Mitchell, P-51 Mustang, AT-6 Harvard, PBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12.

Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 orang calon penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). Saat itu TNI AU mendapat pesawat tempur dari Uni Soviet dan Eropa Timur, berupa MiG-17, MiG-19, MiG-21, pembom ringan Tupolev Tu-2, dan pemburu Lavochkin La-11. Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora.

TNI AU mengalami popularitas nasional tinggi dibawah dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani awal 1960-an. TNI AU memperbarui armadanya pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 Bronco, A-4 Sky Hawk, F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

Pengumuman
Pendaftaran Tamtama PK TNI AU
Tahun 2014

DI BUKA PENDAFTARAN TAMTAMA PK TNI AU GEL.I TA. 2014.

MULAI TANGGAL 1 S.D. 31 MARET 2014

Pendaftaran Catam TNI AU
http://tni-au.mil.id

PERSYARATAN UMUM
  • a. Warga Negara Indonesia.
  • b. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • c. Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  • d. Berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan pertama pada tanggal 19 Juni 2014.
  • e. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  • f. Sehat jasmani dan rohani
  • g. Tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi Prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
PERSYARATAN KHUSUS
  • a. Laki-laki.
  • b. Pendidikan terakhir serendah-rendahnya SLTP/sederajat, dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SKHUN, asli raport SLTP serta foto kopi yang telah dilegalisasi (sesuai Permen Diknas Nomor 59 Tahun 2008 oleh Kepala Sekolah bersangkutan yang mengeluarkan ijazah/STTB atau Kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten Administrasi yang bersangkutan apabila sekolah yang mengeluarkan ijazah/STTB sudah tidak beroperasi atau ditutup).
  • c. Tinggi badan paling rendah 165 cm dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
  • d. Belum pernah menikah dan sanggup tidak kawin selama mengikuti pendidikan pertama setelah lulus pendidikan pertama, yang diketahui oleh orang tua/wali, Lurah/Kepala Desa dan Kantor Urusan Agama (KUA)/Catatan Sipil setempat (bermaterai).
  • e. Mendapat persetujuan dari orang tua bagi calon siswa yang belum berumur 21 tahun atau persetujuan wali bagi calon yang kedua orang tuannya sudah meninggal dunia atau berhalangan tetap.
  • f. Bersedia menandatangani surat pernyataan kesanggupan (bermaterai) yang berisi:
    • 1) Ditempatkan di seluruh wilayah NKRI
    • 2) Sanggup mengganti seluruh kerugian biaya yang telah dikeluarkan negara apabila menundurkan diri sebelum Dikma berakhir.
    • 3) Sanggup mengganti seluruh kerugian biaya yang telah dikeluarkan negara apabila mengundurkan diri sebelum Ikatan Dinas berakhir.
    • 4) Sanggup tidak akan melakukan penyuapan dan/atau memberikan sesuatu dalam bentuk apapun kepada panitia penerimaan atau perorangan.
  • g. Diutamakan putera suku asli daerah.
Materi Seleksi Penerimaan Calon Tamtama AU

Seleksi tingkat Daerah, dilaksanakan oleh Panda dengan materi pemeriksaan/pengujian sebagai berikut:
  1. Pemeriksaan administrasi I (KTP, Ijazah, SKHUN, Akte kelahiran)
  2. Pemeriksaan kesehatan I
  3. Pengujian kesamaptaan jasmani dan postur
  4. Penelitian personel
  5. Pemeriksaan psikologi (Panda tertentu)
  6. Skrining Pom
  7. Pemeriksaan kesehatan II
  8. Pemeriksaan administrasi II (Blangko persyaratan dari Panpus)
  9. Sidang pemilihan tingkat daerah
Hasil dari seleksi tingkat Daerah adalah calon Tamtama Pria yang siap dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat Pusat dengan jumlah maksimal sesuai alokasi kirim.

Seleksi tingkat Pusat, dilaksanakan oleh Panpus dengan materi pemeriksaan /pengujian sebagai berikut:
  1. Pemeriksaan Administrasi
  2. Pemeriksaan kesehatan (Kesum dan Keswa)
  3. Pemeriksaan Psikologi
  4. Skrining Pom
  5. Penelitian Personel (Litpers)
  6. Pengujian kesamaptaan Jasmani
  7. Sidang pemilihan tingkat Pusat
Lokasi Penerimaan Calon Tamtama PK TNI AU gelombang I TA 2014

Tempat pendaftaran Tamtama PK TNI AU di Lanud yang ditunjuk sebagai Panitia Daerah.

Jadwal Pendaftaran

NO KEGIATAN WAKTU KETERANGAN
1 Pengumuman dan Pendaftaran 1 s/d 31 Maret 2014 Disesuaikan dengan jumlah alokasi kirim sehingga tidak melebihi rasio
2 Pemeriksaan/pengujian tingkat daerah 1 April s/d 20 Mei 2014
3 Pengiriman calon ke Lanud Smo dan penyerahan calon ke Setpanpus 30 Mei 2014 Pukul 09.00 WIB
4 Rik/uji tingkat pusat 30 Mei s/d 17 Juni 2014
5 Rapat koordinasi/prasidang 16 Juni 2014
6 Sidang pemilihan 17 Juni 2014
7 Pengumuman dan penyerahan ke Lemdik 17 Juni 2014
8 Pembukaan pendidikan 20 Juni 2014

Info selengkapnya, silakan buka laman :

Pengumuman Pendaftaran Taruna AAU

Pendaftaran Taruna AAU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara - TNI-AU adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di udara.

TNI Angkatan Udara pada awalnya merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat yang dulunya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR Jawatan Penerbangan). TNI Angkatan Udara dibentuk dan mulai berdiri sendiri pada tanggal 9 April 1946 bersamaan dengan dibentuknya Tentara Republik Indonesia (TRI Angkatan Udara) sesuai dengan Penetapan Pemerintah Nomor 6/SD Tahun 1946.

TNI Angkatan Udara dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Udara (MABESAU). KASAU saat ini dijabat oleh Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

Kekuatan TNI-AU saat ini memiliki dua komando operasi yaitu Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Komando Operasi Angkatan Udara II (Koops AU II) yang bermarkas di Makassar.

TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 29 Juli 1947 tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pemboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU. Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 Dakota, B-25 Mitchell, P-51 Mustang, AT-6 Harvard, PBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12.

Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 orang calon penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). Saat itu TNI AU mendapat pesawat tempur dari Uni Soviet dan Eropa Timur, berupa MiG-17, MiG-19, MiG-21, pembom ringan Tupolev Tu-2, dan pemburu Lavochkin La-11. Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora.

TNI AU mengalami popularitas nasional tinggi dibawah dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani awal 1960-an. TNI AU memperbarui armadanya pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 Bronco, A-4 Sky Hawk, F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

PENGUMUMAN
Nomor Peng/ 3 /II/2014

Tentang

PENDAFTARAN TARUNA/TARUNI AKADEMI ANGKATAN UDARA TAHUN 2014

TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA
MEMBUKA KESEMPATAN KEPADA PEMUDA/PEMUDI INDONESIA
UNTUK MENJADI PERWIRA MELALUI AKADEMI ANGKATAN UDARA

Pendaftaran Taruna AAU
http://tni-au.mil.id/

1. Persyaratan Umum.
a. Warga Negara Indonesia.
b. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
d. Usia pada saat pembukaan pendidikan tanggal 1 Agustus 2014 serendah-rendahnya 17 tahun 9 bulan dan tidak lebih dari 22 tahun.
e. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh POLRI.
f. Sehat jasmani dan rohani.
g. Tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

2. Persyaratan Khusus.
a. Pria/Wanita dan bukan berstatus TNI/Polri dan PNS.
b. Lulusan SMA jurusan IPA.
c. Ketentuan SKHUN: 2
1) Tahun 2009, nilai rata-rata akumulatif untuk 10 mata pelajaran yang terdiri dari 6 mata pelajaran UAN dan 4 mata pelajaran UAS (pendidikan agama, PKN, sejarah dan teknik informatika) adalah 7, dari 10 mata pelajaran tersebut hanya diperbolehkan 1 mata pelajaran yang nilainya di bawah 6 dengan batas bawah 5,5.
2) Tahun 2010, nilai rata-rata akumulatif untuk 10 mata pelajaran yang terdiri dari 6 mata pelajaran Ujian Akhir Nasional (UAN) dan 4 mata pelajaran Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang terdiri atas Pendidikan Agama, PKN, Sejarah dan Teknik Informatika adalah 7, dari 10 mata pelajaran tersebut hanya diperbolehkan 1 mata pelajaran UAN yang nilainya dibawah 6 dengan batas bawah 5,4.
3) Tahun 2011 dan 2012, dengan ketentuan nilai akhir gabungan nilai UN dengan nilai UAS, nilai akhir rata-rata minimal 7,25 dan tidak ada nilai dibawah 6,00 (pada kolom nilai sekolah, nilai UN dan nilai akhir).
4) Lulusan SMA IPA tahun 2013 nilai akhir (Gabungan nilai ujian nasional dengan nilai ujian sekolah) rata-rata minimal 6,87 dengan catatan nilai akhir mata pelajaran Matematika tidak kurang dari 6.
5) Tahun 2014 akan ditentukan kemudian.
6) SKHUN tersebut disertai dengan daftar nilai kolektif.
d. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam masa pendidikan.
e. Mempunyai tinggi badan minimal 165 cm bagi Pria dan 160 cm bagi Wanita serta memiliki berat badan yang seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
f. Bersedia melaksanakan Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi Perwira TNI AU dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
g. Harus ada persetujuan dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 tahun.
h. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan, maka persyaratan administrasi lainnya harus disertai dengan:
1) Surat persetujuan dari Kepala Jawatan yang bersangkutan.
2) Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima menjadi Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara.
i. Harus mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi :
1) Administrasi.
2) Screening Pom.
3) Kesehatan umum dan jiwa.
4) Kesamaptaan jasmani (samapta A dan B, renang serta postur).
5) Penelitian personel.
6) Psikologi.
7) Akademis.
j. Bagi orang tua/wali bersedia menanda tangani surat pernyataan tidak melakukan penyuapan/kolusi kepada pihak manapun (bermaterai).

3. Pendaftaran.
a. Mulai tanggal 1 Maret sampai dengan 30 April 2014
b. Cara Pendafataran. Pendaftaran dengan menggunakan sistem online di website:www.rekrutmen-tni.ilmci.com, kemudian calon datang sendiri melaksanakan daftar ulang sesuai rayon (daerah/tempat kelulusan pendidikan sekolah terakhir), dengan membawa dokumen asli dan menyerahkan berkas foto kopi masing-masing 2 (dua) lembar untuk keperluan validasi pendaftaran berupa:
1) Foto kopi Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir yang sudah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
2) Foto kopi ijazah terakhir sesuai persyaratan, sudah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 59 Tahun 2008, bagi yang belum lulus sekolah agar melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah yang menerangkan bahwa pelamar masih duduk di kelas III (tiga) SMA.
3) Foto kopi KTP calon dan foto kopi KTP orang tua/wali yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
4) Pas foto hitam putih ukuran 4 X 6 sebanyak 2 lembar.
5) Membawa prin out pendaftaran secara online (apabila pendaftaran online tidak dapat langsung datang ketempat pendaftaran)
c. Panitia daerah sebagai tempat pendaftaran adalah sebagai berikut:

1) Lanud Halim Perdana Kusuma di Jakarta, tempat pendaftaran Taruna dan Taruni meliputi daerah:
a) Provinsi DKI Jakarta.
b) Provinsi Banten.
c) Provinsi Lampung.
d) Depok.
e) Bekasi.
f) Karawang.
g) Bogor.
h) Cianjur.
i) Sukabumi.

2) Lanud Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Bandung.
b) Sumedang.
c) Garut.
d) Purwakarta.
e) Subang.
f) Cirebon.

3) Lanud Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta tempat pendaftaran Taruna dan Taruni meliputi daerah:
a) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
b) Provinsi Jawa Tengah.

4) Lanud Iswahyudi di Madiun, Jawa Timur tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Madiun.
b) Magetan.
c) Ngawi.
d) Ponorogo.
e) Pacitan.
f) Trenggalek.
g) Tulung Agung.
h) Kediri.
i) Nganjuk.
j) Bojonegoro.
k) Jombang.

5) Lanud Surabaya di Surabaya, Jawa Timur tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Malang.
b) Pasuruan.
c) Probolinggo.
d) Situbondo.
e) Bondowoso.
f) Banyuwangi.
g) Jember.
h) Lumajang.
i) Blitar.
j) Surabaya.
k) Bangkalan.
l) Sampang.
m) Pamekasan.
n) Sumenep.
o) Gresik.
p) Sidoarjo.
q) Lamongan.
r) Tuban.
s) Mojokerto.

6) Lanud Sultan Iskandar Muda di Nanggroe Aceh Darussalam tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
- Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

7) Lanud Suwondo di Medan, Sumatra Utara tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
- Provinsi Sumatra Utara.

8) Lanud Padang di Padang, Sumatra Barat tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Provinsi Sumatra Barat.
b) Provinsi Bengkulu.
c) Provinsi Jambi

9) Lanud Roesmin Noerjadin di Pekanbaru, Riau tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Provinsi Riau.
b) Provinsi Kepulauan Riau.
c) Provinsi Jambi.
d) Provinsi Sumatra Selatan.
10) Lanud Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
- Provinsi di seluruh wilayah kalimantan.
11) Lanud Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan tempat pendaftaran Taruna dan Taruni meliputi daerah:
a) Provinsi Sulawesi Selatan.
b) Provinsi Sulawesi Barat.
c) Provinsi Sulawesi Tenggara.
d) Provinsi Sulawesi Tengah.
e) Provinsi Sulawesi Utara.
f) Provinsi Gorontalo.
g) Provinsi Maluku.
12) Lanud El Tari di Kupang, Nusa Tenggara Timur tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
- Provinsi Nusa Tenggara Timur.
13) Lanud Ngurah Rai di Denpasar, Bali tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Provinsi Bali.
b) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
14) Lanud Jayapura di Jayapura, Papua tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Provinsi Papua.
b) Provinsi Papua Barat.
15) Lanud Manuhua di Biak, Papua tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Propinsi Papua.
b) Provinsi Papua Barat.
16) Lanud Merauke di Merauke, Papua tempat pendaftaran Taruna meliputi daerah:
a) Propinsi Papua.
b) Provinsi Papua Barat.
17) Lanud Timika di Timika, Papua tempat pendataran Taruna meliputi daerah:
a) Propinsi Papua.
b) Provinsi Papua Barat.
18) SMA Taruna Nusantara Magelang tempat pendaftaran Taruna dan Taruni.
19) SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung tempat pendaftaran Taruna dan Taruni.
d. Bagi calon Taruni khusus mantan Paskibraka tingkat nasional dapat mendaftar di lanud terdekat (sesuai panda no. 1 s.d 17 tersebut diatas).

4. Pemanggilan.

a. Para pelamar yang dipanggil, pada saat menghadap di tempat pendaftaran setempat harus membawa serta:

1) Surat pendaftaran.

2) Surat lamaran (bermaterai) yang ditulis tangan sendiri tidak boleh ditulis orang lain dan menggunakan tinta warna biru, ditujukan kepada :

Kepala Staf Angkatan Udara
u.p. Kepala Dinas Administrasi Personel
Cilangkap
Jakarta Timur

3) Akte kelahiran/surat kenal lahir dari pejabat yang berwenang.

4) Daftar riwayat hidup yang ditulis tangan sendiri (formulir dinas).

5) Membawa semua ijazah asli dan foto kopi mulai SD sampai sekolah menengah terakhir dan SKHUN, khusus untuk foto kopi ijazah pendidikan dan SKHUN harus sudah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 59 Tahun 2008. Melampirkan foto kopi daftar nilai kolektif yang telah dilegalisasi dan buku raport asli serta foto kopi raport kelas tiga.

6) Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Kapolres setempat yang berlaku selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 1 Agustus 2014.

7) Surat persetujuan/Ijin orang tua/wali yang diketahui oleh kepala desa/lurah setempat.

8) Surat pernyataan belum pernah menikah dan kesanggupan tidak akan menikah selama dalam pendidikan pertama TNI dan pendidikan dasar golongan.

9) Surat pernyataan kesanggupan ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Indonesia yang diketahui oleh orang tua/wali serta kepala desa/lurah setempat.

10) Surat persetujuan/Ijin dari kepala jawatan/instansi bagi mereka yang sudah bekerja.

11) Kartu keluarga orang tua dan wali (bagi yang memakai wali).

12) Surat Pernyataan tidak kolusi yang ditanda tangani oleh orang tua/wali (bermaterai).

13) Bagi yang masih duduk di kelas III SMA, agar melampirkan raport kelas I s/d III semester I serta membawa surat keterangan dari kepala sekolah bahwa calon adalah siswa kelas III yang terdaftar sebagai peserta Ujian Akhir Nasional.

14) Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4 X 6 cm sebanyak 20 lembar, ukuran 2 X 3 cm sebanyak 16 lembar, tidak berkaca mata dan tutup kepala (negatif/klise cd dilampirkan).

b. Semua surat-surat tersebut di atas disiapkan masing-masing 6 (enam) lembar, 1 (satu) lembar asli dan 5 (lima) lembar foto kopi/salinan serta yang ditulis tangan menggunakan tinta biru.

5. Pendidikan Pertama. Calon yang dinyatakan lulus dan terpilih menjadi Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara akan langsung mengikuti pendidikan dasar keprajuritan di Akmil Magelang, dilanjutkan pendidikan pertama di AAU Yogyakarta.

6. Pengangkatan Pertama. Setelah lulus dari pendidikan pertama diangkat menjadi perwira dengan pangkat Letnan Dua dan diarahkan untuk korps/jurusan:
a. Penerbang/Navigator.
b. Teknik.
c. Elektronika.
d. Pembekalan.
e. Administrasi.
f. Pasukan.
g. Pomau.
h. Khusus.

7. Lain-Lain.

  • a. Selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan/pengujian, terhadap para calon Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara tidak dipungut biaya.
  • b. Tidak menerima calon yang melakukan perbaikan SKHUN dengan cara sudah lulus dari satu sekolah kemudian pindah dan ikut ujian di sekolah lain.
  • c. Keterangan lebih rinci dapat dilihat di masing-masing panda dan di website: www.rekrutmen-tni.ilmci.com

Unduh pengumuman : Klik Disini
 
About | Privacy Policy | Contact Us | Disclaimer
Copyright © 2013. Jobelist.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger